SOAL
UJIAN TENGAH SEMESTER
TEKNOLOGI
INFORMASI DAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN
DOSEN :
Dr. Danang Tandyonomanu, M.Si
Soal:
1.
Penerapan
elearning di Indonesia. Apa yang menjadi kendala dan kemungkinan yang muncul.
Jelaskan kendala dan kemungkinan tersebut, dan bagaimana mengatasi dan
mengoptimalkan pelaksanaan elearning jika diterapkan di Indonesia.
2.
Interaksi
merupakan bagian yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran. Dalam pemanfaatan
elearning, interaksi yang muncul di antara peserta pembelajaran menjadi tantangan
tersendiri. Bagaimana mengoptimalkan aspek interaksi sehingga semua aspek
interaktivitas pada pembelajaran tatap muka (face-to-face) dapat tercapai?
3.
Mengapa
pendidikan perlu mempertimbangkan elearning? Bagaimana dengan ilmuan teknologi
pendidikan menyikapi hal ini?
4.
Pemanfaatan
elearning ditengarai akan menyebabkan perilaku penyendiri tidak mau
bersosialisasi dengan orang lain di lingkungannya. Bagaimana upaya teknolog
pembelajaran dalam mengatasi kemungkinan tersebut?
Jawab.
1. internet
untuk pembelajaran atau elearning juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan atau kendala antara lain:
a.
Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri.
Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses
belajar dan mengajar.
b.
Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya
mendorong tumbuhnya aspek bisnis
c.
Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan bukan pendidikan.
d.
Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran
konvensional, kini juga dituntut menguasai teknik pembelajaran yang menggunakan
internet.
e.
Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar tinggi cenderung gagal
f.
Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan
dengan masalah tersedianya listrik, telepon ataupun komputer).
g.
Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilan bidang internet dan
kurangnya penguasaan bahasa komputer.
Cara
Mengatasinya :
Kini pemerintah telah
berupaya untuk memanfaatkan dan memaksimalkan tersedianya informasi teknologi
dengan membentuk Kantor Menteri Negara Informasi dan Teknologi. Di tiap
departemen bahkan ada unit yang menangani teknologi informasi. Di Depdiknas
misalnya ada Pustekkom atau Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi untuk
Pendidikan; di tiap Universitas ada Pusat Komputer.
2. Menurut Thomson,
Ganxglass dan Simon (2000),
menyatakan “Secara jaringan, e-learning dapat didefinisikan sebagai upaya
menghubungkan pembelajar (murid) dengan sumber belajarnya (database,
pakar/guru, perpustakaan) yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan.
Interaktifitas dalam hubungan tersebut dapat dilakukan secara langsung
(synchronous) maupun tidak langsung (asynchronous).
Berdasarkan
pendapat tersebut, bahwa interaktivitas tatap muka dilakukan secara synchronus dan
asynchronus. Dalam hal ini, untuk mengoptimalkan aspek interaktivitas perlu
mengelola pembelajaran menggunakan metode pembelajaran yang tepat dan
memanfaatkan aplikasi/ fitur-fitur yang ada untuk interaktivitas. Misalnya,
supaya interaksi antara siswa dan siswa, siswa dan guru bisa optimal, guru
menggunakan metode pembelajaran diskusi melalui aplikasi interloc. Guru
memberikan suatu topik dan bahan bacaan, setelah siswa membaca topik dan bahan
bacaan tersebut, mereka akan mendiskusikan bersama-sama. Dalam diskusi tersebut
peran guru sebagai fasilitor mengarahkan jalannya diskusi. Diakhir diskusi guru
memberikan feedback dari apa yang telah didiskusikan sebagai penguatan bagi
siswa sebelum melanjutkan ke diskusi yang lebih mendalam. Menggunakan kuis untuk
berpikir kreatif juga bisa untuk meningkatkan interaktivitas antara siswa
melalui intelegent agent. Selain itu pembelajaran juga bisa dilakukan dengan
mengadakan Tele Conference dan chating.tentunya sebelumnya diadakan kesepakatan jam- jam
tertentu untuk mengadakan interaksi
langsung tersebut sebagai gantinya tatap muka langsung.
3. Banyak hal yang mendorong mengapa e-learning
menjadi salah satu pilihan untuk peningkatan mutu pendidikan, antara lain
pesatnya fasilitas teknologi informasi, dan perkembangan pengguna internet di
dunia saat ini berkembang dengan cepat. Penggunaan internet menjadi suatu kebutuhan
dalam mendukung pekerjaan atau tugas sehari-hari. Apalagi dengan tersedianya fasilitas
jaringan (Internet infrastructure) dan koneksi internet (Internet Connections).
Serta tersedianya piranti lunak pembelajaran (management course tools). Juga
orang yang terampil mengoperasikan atau menggunakan internet semakin meningkat
jumlahnya (Soekartawi, 2002).
4. Secara
ringkas, e-learning perlu diciptakan seolah-olah peserta didik belajar secara
konvensional, hanya saja dipindahkan ke dalam sistem digital melalui internet.
Karena itu e-leraning perlu mengadaptasi unsur-unsur yang biasa dilakukan dalam
sistem pembelajaran konvensional. Misalnya dimulai dari perumusan tujuan yang
operasional dan dapat diukur, ada apersepsi atau pre tes, membangkitkan
motivasi, menggunakan bahasa yang komunikatif, uraian materi yang jelas,
contoh-contoh konkrit, problem solving, tanya jawab, diskusi, post test, sampai
penugasan dan kegiatan tindak lanjutnya. Oleh karena itu merancang e-learning
perlu melibatkan pihak terkait, antara lain: pengajar, ahli materi, ahli
komunikasi, programmer, seniman, dan lain-lain. Salah satunya adalah dengan
jalan membuat komunitas belajar yang terbentuk dalam lingkungan 3 dimensi yang
sering di sebut AET Zone. Semakin
tinggi tingkat kehadiran peserta (tampil on line) di lingkungan 3D dalam AET Zone memungkinkan peserta untuk
melihat peserta lain sehingga akan menimbulkan keakraban yang akhirnya akan
menyebabkan kenyamanan. Semakin tinggi tingkat kehadiran (tampil on line)
akan dapat menemukan banyak kelompok belajar, mulai dari kelompok yang kecil
sampai yang besar sehingga dapat melakukan diskusi berbagai masalah
seperti membahas tentang isi buku yang mereka pelajari bersama, sehingga dapat
menghindari perilaku yang menyendiri.
Referensi
- Drs. Tafiardi, Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui E-Learning (Jurnal Pendidikan Penabur - No.04/ Th.IV/ Juli 2005)
- http://windalestiani1992.blogspot.com/
- Handbook of Distance Learning for Real-Time and Asynchronous Information Technology Education, Solomon Negash Kennesaw State University, USA
