Sabtu, 18 Januari 2014

TUGAS UTS TIK PENDIDIKAN UNESA



SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN
DOSEN : Dr. Danang Tandyonomanu, M.Si


Soal:
1.    Penerapan elearning di Indonesia. Apa yang menjadi kendala dan kemungkinan yang muncul. Jelaskan kendala dan kemungkinan tersebut, dan bagaimana mengatasi dan mengoptimalkan pelaksanaan elearning jika diterapkan di Indonesia.
2.    Interaksi merupakan bagian yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran. Dalam pemanfaatan elearning, interaksi yang muncul di antara peserta pembelajaran menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana mengoptimalkan aspek interaksi sehingga semua aspek interaktivitas pada pembelajaran tatap muka (face-to-face) dapat tercapai?
3.    Mengapa pendidikan perlu mempertimbangkan elearning? Bagaimana dengan ilmuan teknologi pendidikan menyikapi hal ini?
4.    Pemanfaatan elearning ditengarai akan menyebabkan perilaku penyendiri tidak mau bersosialisasi dengan orang lain di lingkungannya. Bagaimana upaya teknolog pembelajaran dalam mengatasi kemungkinan tersebut?

Jawab.
1. internet untuk pembelajaran atau elearning juga tidak terlepas dari berbagai  kekurangan atau kendala antara lain:
a. Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar dan mengajar.
b. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis
c. Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan bukan pendidikan.
d. Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut menguasai teknik pembelajaran yang menggunakan internet.
e. Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar tinggi cenderung gagal
f. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon ataupun komputer).
g. Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilan bidang internet dan kurangnya penguasaan bahasa komputer.

Cara Mengatasinya :
Kini pemerintah telah berupaya untuk memanfaatkan dan memaksimalkan tersedianya informasi teknologi dengan membentuk Kantor Menteri Negara Informasi dan Teknologi. Di tiap departemen bahkan ada unit yang menangani teknologi informasi. Di Depdiknas misalnya ada Pustekkom atau Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi untuk Pendidikan; di tiap Universitas ada Pusat Komputer.         

2. Menurut Thomson, Ganxglass dan Simon (2000), menyatakan “Secara jaringan, e-learning dapat didefinisikan sebagai upaya menghubungkan pembelajar (murid) dengan sumber belajarnya (database, pakar/guru, perpustakaan) yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan. Interaktifitas dalam hubungan tersebut dapat dilakukan secara langsung (synchronous) maupun tidak langsung (asynchronous).

Berdasarkan pendapat tersebut, bahwa interaktivitas tatap muka dilakukan secara synchronus dan asynchronus. Dalam hal ini, untuk mengoptimalkan aspek interaktivitas perlu mengelola pembelajaran menggunakan metode pembelajaran yang tepat dan memanfaatkan aplikasi/ fitur-fitur yang ada untuk interaktivitas. Misalnya, supaya interaksi antara siswa dan siswa, siswa dan guru bisa optimal, guru menggunakan metode pembelajaran diskusi melalui aplikasi interloc. Guru memberikan suatu topik dan bahan bacaan, setelah siswa membaca topik dan bahan bacaan tersebut, mereka akan mendiskusikan bersama-sama. Dalam diskusi tersebut peran guru sebagai fasilitor mengarahkan jalannya diskusi. Diakhir diskusi guru memberikan feedback dari apa yang telah didiskusikan sebagai penguatan bagi siswa sebelum melanjutkan ke diskusi yang lebih mendalam. Menggunakan kuis untuk berpikir kreatif juga bisa untuk meningkatkan interaktivitas antara siswa melalui intelegent agent. Selain itu pembelajaran juga bisa dilakukan dengan mengadakan  Tele Conference dan chating.tentunya sebelumnya diadakan kesepakatan jam- jam tertentu  untuk mengadakan interaksi langsung tersebut sebagai gantinya tatap muka langsung.

3. Banyak hal yang mendorong mengapa e-learning menjadi salah satu pilihan untuk peningkatan mutu pendidikan, antara lain pesatnya fasilitas teknologi informasi, dan perkembangan pengguna internet di dunia saat ini berkembang dengan cepat. Penggunaan internet menjadi suatu kebutuhan dalam mendukung pekerjaan atau tugas sehari-hari. Apalagi dengan tersedianya fasilitas jaringan (Internet infrastructure) dan koneksi internet (Internet Connections). Serta tersedianya piranti lunak pembelajaran (management course tools). Juga orang yang terampil mengoperasikan atau menggunakan internet semakin meningkat jumlahnya (Soekartawi, 2002).

4. Secara ringkas, e-learning perlu diciptakan seolah-olah peserta didik belajar secara konvensional, hanya saja dipindahkan ke dalam sistem digital melalui internet. Karena itu e-leraning perlu mengadaptasi unsur-unsur yang biasa dilakukan dalam sistem pembelajaran konvensional. Misalnya dimulai dari perumusan tujuan yang operasional dan dapat diukur, ada apersepsi atau pre tes, membangkitkan motivasi, menggunakan bahasa yang komunikatif, uraian materi yang jelas, contoh-contoh konkrit, problem solving, tanya jawab, diskusi, post test, sampai penugasan dan kegiatan tindak lanjutnya. Oleh karena itu merancang e-learning perlu melibatkan pihak terkait, antara lain: pengajar, ahli materi, ahli komunikasi, programmer, seniman, dan lain-lain. Salah satunya adalah dengan jalan membuat komunitas belajar yang terbentuk dalam lingkungan 3 dimensi yang sering di sebut AET Zone.  Semakin tinggi tingkat kehadiran peserta (tampil on line) di lingkungan 3D  dalam AET Zone memungkinkan peserta untuk melihat peserta lain sehingga akan menimbulkan keakraban yang akhirnya akan menyebabkan kenyamanan. Semakin tinggi tingkat kehadiran (tampil on line) akan dapat menemukan banyak kelompok belajar, mulai dari kelompok yang kecil sampai yang besar sehingga dapat melakukan diskusi berbagai masalah seperti membahas tentang isi buku yang mereka pelajari bersama, sehingga dapat menghindari perilaku yang menyendiri.
Referensi
  1. Drs. Tafiardi, Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui E-Learning (Jurnal Pendidikan Penabur - No.04/ Th.IV/ Juli 2005)
  2. http://windalestiani1992.blogspot.com/    
  3. Handbook of Distance Learning for Real-Time and Asynchronous Information Technology Education, Solomon Negash Kennesaw State University, USA

    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar